Migrasi ke rachmadona.net

Personal

Setelah beberapa bulan lalu beli domain rachmadona.net di IDHostinger dengan diskon yang lumayan besar😀 nasib blog ini sepertinya akan berujung kesana. Yup, gue akan melakukan migrasi blog ini ke domain rachmadona.net sepenuhnya. Lalu gimana dong blog ini? terabaikan? nggak kok, tetap blog ini eksis sebagai mirroring domain rachmadona.net. Jadi nggak sepenuhnya mati😀

Sebenarnya sudah lama gue mau mencoba beli sebuah hosting, plus domain tentunya. Intinya sih mau coba menjadi seorang website builder sejati yang membangun suatu hosting dari nol. Tapi kok rasanya males banget ya secara dengan kondisi aktual saja masih sering inkonsistensi dalam mengisi artikel di blog ini apalagi mau bangun dari awal, hehe. Jadi gue memutuskan melakukan migrasi aja deh. Proses migrasinya nggak sulit-sulit amat kok. Tinggal ekspor semua konten di blog ini kemudian impor di hosting yang baru. Bedanya kalau blog ini sudah dilengkapi banyak fitur serta plugin. Sedangkan di hosting yang baru belum ada sama sekali plugin atau fitur.

Lalu kenapa gue beli domain di IDHostinger? simpel aja karena IDHostinger menawarkan layanan gratis hosting dengan kapasitas hingga 2GB berikut dengan database serta fitur autoinstaller website yang variatif, seperti Joomla, WordPress, phpBB, Drupal dll. Tentunya tidak disisipkan iklan seperti di hosting lain, lho. :p

Oke, kalau begitu post selanjutnya dapat kalian baca pada rachmadona.net.

Happy weekend & Idul Adha 1435H🙂

 

Memanfaatkan Dish Bekas Telvis & Tiket Terbang

Personal, Satelit

Belakangan gue baru sadar kalo layanan tv kabel di rumah (telvis) udah mati alias koit. Tempo hari sempat baca informasi dari EPG yang ada pada layar bahwa ada promo trade in alias tukar tambah decoder lama dengan decoder baru dan harus subscribe alias langganan. Doh, ini cara baru telvis buat narik pelanggan prabayar macam gue supaya dipaksa migrasi ke pasca bayar, huh!

Eh, nanti dulu.. usut punya usut kok setelah gue telepon ke 147 mengenai program trade in yang ternyata udah bubar, ternyata telvis sudah ganti nama menjadi transvision. Um.. sepertinya telkom sudah mulai kewalahan ngurusi bisnis tv kabelnya nih atau memang mau fokus ke segmentasi telekomunikasi telepon saja, ya? yang jelas kalau dari embel-embel nama ‘trans’ itu siapa lagi kalau bukan korporasinya CT. Memang di tahun-tahun ini korporasi ini mem-booming bak roket NASA yang lagi bawa muatan mau ke bulan. Mulai dari Bank Mega, Carrefour, TransCorp (transTV dan Trans7), semua di bawah naungan dari CT corp.

Bukannya iri tapi memang begitulah kenyataannya. Kemampuan melobi dan melihat titik lemah dari sebuah layanan digital punya pemerintah membuat CT menawarkan sebuah bisnis yang memang menjanjikan keuntungan yang lebih baik. Ini langkah baru dalam dunia bisnis tv kabel milik pemerintah join dengan perusahaan swasta. Kita lihat saja nanti hasil akhirnya bagaimana.

Kembali ke topik utama.

Dengan berakhirnya program trade in yang gue sebutkan di atas itu artinya decoder yang ada di rumah gue saat ini sudah harus pensiun. Berarti tinggal bungkus terus kasih abang loak deh. Eitt.. tunggu dulu.. gue belum kehabisan akal. Pertama-tama gue coba main ke sebuah forum yang diskusi tentang dunia terbang-terbangan (bukan pesawat melainkan satelit). Nah, di situ gue menemukan secercah harapan bahwa dish (parabola) bekas telvis ternyata masih bisa digunakan untuk mendapatkan siaran lokal maupun mancanegera hanya dengan membeli sebuah decoder, koneksi internet dan tiket fly (tiket untuk membuka siaran acak). Nanti gue coba bahas lebih lanjut pada paragraf di bawah.

Yang pasti harus beli adalah decoder dulu. Gue coba cari tahu beberapa decoder yang sesuai dengan kebutuhan sbb;

  • Bisa buka siaran acak dengan BISS (search di internet maksud istilah BISS)
  • Bisa pakai usb modem/wifi buat koneksi internet
  • Support MPEG4 & full HD 1080p

Dan ketemulah decoder merk matrix seri HD Ethernet New di website matrixparabola[dot]com terus gue coba pesan ke salah satu toko online di facebook yang jualan perangkat buat terbang. Dan inilah penampakan decoder yang gue beli.

IMG_20140701_152157

Matrix Prolink HD Ethernet NEW (MHDE New) merupakan generasi penerus dari MHDE sebelumnya. Kalau perbedaan dari sisi fitur dan aksesoris sepertinya nggak jauh beda tapi menurut sellernya MHDE New memiliki durabilitas yang lebih baik daripada pendahulunya.

Ga pake lama langsung gue pasang lnb pada port lnb in kemudian gue coba nyalakan decoder tsersebut. Taraa… ternyata hasilnya nihil, hiks.. akhirnya gue coba konsultasi ke penjualnya gimana cara memindai kanal atau saluran supaya bisa nonton tv lokal dan mancanegara. Ternyata eh ternyata karena lnb yang gue pake jenis C band jadi hanya bisa nangkep dari sinyal satelit Palapa D dan telkom 1. Namun, berhubung settingan lnb yang gue pake adalah bekas telvis (satu lnb) dan memang arah dish sudah benar ke arah satelit telkom 1 so artinya gue cuma bisa cari saluran telkom punya alias tv berbayar transvision (pengganti telkomvision).

IMG_20140709_131013

Gue coba lakukan penyetelan instalasi satelit pada decoder agar menggunakan satelit telkom 1.Kemudian gue  melakukan pencarian acak saluran untuk melihat seluruh saluran yang ada baik itu tv lokal maupun mancanegara. Setelah sukses melakukan intalasi satelit akan muncul saluran yang FTA (free to air) dan berbayar. Biasanya saluran yang berbayar ditandai dengan simbol ‘$’. Memang sedikit sekali saluran yang FTA di satelit telkom 1. Saran gue jika ingin mendapatkan saluran FTA lebih banyak silahkan coba arahkan ke satelit palapa D.

Nah, kemudian untuk menonton saluran yang berbayar gimana caranya? ya harus langganan dong :p *buru-buru telpon satu empat tujuh* hehe.. sebenarnya ada caranya yaitu menggunakan tiket fly (kenapa disebut tiket fly jangan tanya gue). Konsep kerja ticket fly adalah membongkar acakan yang diterapkan pada saluran-saluran tertentu supaya dapat ditonton. Contoh saluran ‘$’ berbayar yang diacak.

IMG_20140709_132153

Teknik ini ilegal. Sekali lagi gue bilang teknik ini ilegal. So, use at your own risk. Gue tidak bertanggung jawab atas apa akibat yang bakalan terjadi jika Anda menggunakan teknik ini untuk menonton siaran berbayar. Tapi ingat bahwa ticket fly memerlukan koneksi internet. Tanpa koneksi internet ticket fly tidak akan dapat bekerja. Jadi pastikan dulu bahwa decoder Anda memiliki port Ethernet atau USB untuk modem/wifi. Silahkan Anda beli ticket fly di internet– atau saya bisa kasih petunjuk kemana membelinya. Silahkan hubungi saya via Japri.

Karena di rumah gue udah ada akses poin jadi kemarin gue beli decoder sekalian beli usb wifi merek skybox yang memang kompatibel sama decoder. Tadinya gue pikir bisa pakai USB wifi merk lain ternyata khusus USB wifi tertentu saja yang bisa konek dengan decoder tersebut.

IMG_20140709_132011

Kemudian kita setting dulu supaya decoder bisa akses internet. Caranya masuk ke pengaturan jaringan. Loh kok nggak bisa masuk ya? tenang.. ini rahasianya supaya bisa masuk. Ketik angka 8 6 1 2 kemudian klik ok pada remote. Dann… Anda akan bisa masuk ke menu tersebut :)) Selanjutnya pilih Wifi manager kemudian AP akan otomatis melakukan pencarian sinyal Wifi. Apabila sudah ketemu klik connect dan tunggu statusnya menjadi connected serta mendapatkan IP. Cara cek AP tersebut apakah sudah mendapatkan IP atau belum adalah dengan cara klik OK pada sinyal wifi yang sudah connected.

IMG_20140709_132359

Masuk ke pengaturan Net Client untuk memasukkan settingan ticket fly. Apabila Anda membeli ticket fly pasti mendapatkan data sbb;

  1. Alamat server
  2. Port
  3. Username
  4. Password

Masukkan keempat item tersebut sesuai dengan kolomnya masing-masing. Hindari mistype supaya ticket fly langsung dapat digunakan. Jika status sudah menjadi klien tersambung yang ditandai dengan ikon warna hijau maka ticket fly sudah berhasil dikonfigurasi dengan benar. Apabila masih kuning atau bahkan merah maka ticket fly belum dapat digunakan. Silahkan cek kembali keempat settingan di atas. Biasanya seperti yang gue bilang tadi ada kesalahan pengetikan.

IMG_20140709_132546

Nah, sekarang coba deh buka channel yang ada gambar ‘$’ macam HBO, Fox Movies Premium, HBO, beIN Sport (channelnya BPL nih, hehe), Celestial Movies.

IMG_20140709_132312

Well, segitu dulu sharing-nya mengenai dunia penerbangan dalam pertelevisian ya. Sekarang gue lagi mau coba ganti lnb combo supaya bisa nangkep dari dua satelit yang berbeda. Jadi siarannya makin banyak deh ntar..hehehe