The Second You Sleep

Personal

Wah sudah hampir tiga bulan gue membiarkan blog ini merana. Banyak sekali kejadian yang sangat tidak terduga beberapa bulan terakhir. Tapi yang paling membuat gue sedih adalah kepergian ayahanda gue tercinta😦 Ya ayahanda gue baru saja meninggalkan gue setelah berjuang hampir selama tujuh tahun menghadapi penyakit yang dideritanya. Dulu saat pertama kali divonis sakit, gue yang pertama kali mengantar ke rumah sakit. Merawatnya meskipun hanya sebentar dan melihatnya tidur dengan nyenyak di dinginnya ruangan rawat inap. Dan disaat terakhir beliau masuk rumah sakit sebelum menghembuskan nafas terakhirnya adalah gue juga yg mengantar dan merawatnya. Meskipun kali ini nampaknya Ia akan tidur untuk selama-lamanya. Well, setidaknya gue sudah ada disampingnya pada detik-detik terakhir sebelum kepergiannya.

Banyak hal positif yang bisa gue ambil dari sifat beliau. Yang paling terlihat secara kasat mata adalah keinginan yang kuat untuk sembuh. Ayah gue bisa dibilang superior karena jarang sekali orang dengan sebuah penyakit kronis seperti beliau mampu bertahan lama. Selain berdoa, ikhtiar pun selalu Ia lakukan. Tidak hanya mengandalkan pemeriksaan di rumah sakit, beliau juga tidak segan mencoba berobat alternatif meskipun jarak yang harus ditempuh sangat jauh. Yang kedua adalah disiplin. Beliau tipikal orang yang harus tepat waktu dan konsisten. Segala sesuatu harus sesuai dengan jadwal, tidak bisa mundur sedikitpun. Jika memang harus terlambat, maka berikan alasan yang bisa diterima dan jangan lupa ucapkan kata “maaf saya terlambat”. Jika memang melakukan kesalahan maka minta maaf dan janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Begitulah ayah, sosok pribadi yang tegar dibalik penyakit kronis yang menimpanya.

Sepeninggal ayah ada beberapa amanah yang harus gue kerjakan. Beliau pernah meminta gue supaya membangun masjid di kampung halaman tepat di samping makam keluarga dan beliau. Semoga saja gue mampu melaksanakan amanah tersebut meskipun tidak dalam waktu dekat. Selain itu gue juga ingin menghaji badalkan ayah gue. Dan sekali lagi meskipun yang akan menghajikan beliau nampaknya bukan gue karena gue sendiri juga belum haji😦

Yeah, inilah hidup. Kadang memang terasa pilu ketika melihat orang-orang yang kita cintai pergi meninggalkan kita. Namun gue yakin dibalik ini semua ada misteri yang sangat indah pada akhirnya.

Only heavens know.

Bye Dad, me lafyu so much🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s