Physical to Virtual

Server, Virtualization

Dalam dunia komputasi, terminologi Physical-to-Virtual (P2V—atau p-to-v) berarti melakukan migrasi OS, aplikasi dan data dari server fisik ke bentuk virtual dalam platform virtualisasi. Pada kenyataannya sebuah existing server fisik ketika ingin dibuat virtual harus memiliki destinasi Virtualized Platform atau dengan kata lain sebuah sarang tempat berkumpulnya semua jenis mesin virtual. Contohnya pada produk VMware menggunakan VMware Converter untuk melakukan konversi dengan destinasi VMware Workstation atau dalam versi enterprise ada VMware vSphere.

Menyambung pada artikel gue sebelumnya mengenai bagaimana jika satu-satunya existing server yang Anda miliki ingin dijadikan virtual? Sedangkan dari perusahaan sudah tidak memiliki dana tambahan untuk menyewa atau bahkan membeli server untuk dijadikan destinasi sementara meletakkan hasil konversi server fisik. Nah, Anda dapat menggunakan aplikasi pihak ketiga, salah satu aplikasi yang gue pernah coba adalah Acronis Backup and Recovery. Aplikasi ini dapat digunakan trial selama 30 hari. Waktu yang lebih dari cukup untuk melakukan migrasi, heh? Akan tetapi ada hal yang perlu diperhatikan, yaitu media untuk backup hasil konversi. Apabila used storage server fisik Anda sekarang sebesar 400 GB, maka Anda harus menyediakan media backup >500 GB. Sangat tidak disarankan meletakkan hasil konversi pada storage yang sama dengan server fisik.

Cara pakainya tidak sulit. Anda cuma perlu installkan di server fisik Anda kemudian jalankan menggunakan akses Administrator. Kemudian pilih “Backup this machine’s data, Centrally monitor and configure the backing up…”. Masukkan lisensi yang Anda dapatkan ketika mengunduh installer tersebut. Setelah sukses melakukan instalasi sekarang pilih “Create backup plan” untuk memulai membuat backup disk. Poin penting yang harus diaktifkan adalah ‘Convert to virtual machine’ kemudian tentukan jenis hasil konversi yang diinginkan, misalnya VMware Workstation (VMDK) serta destinasi media backup (pastikan media backup memiliki free space yang cukup).

ScreenShot472

Jika parameter yang diperlukan sudah selesai dikonfigurasi maka Anda dapat melakukan backup. Proses backup memerlukan waktu yang relatif tergantung dari spesifikasi source dan destination media. Berikut adalah contoh hasil backup berbentuk VMDK.

image

Nah, VMDK tersebut nantinya digunakan sebagai media set untuk membuat Virtualisasi Server.

Sekarang waktunya untuk clean install server fisik dan menginstall vSphere.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s