Belajar Routing Statik Router Cisco #2

Network

Artikel berikut adalah lanjutan dari artikel sebelumnya di sini.

Pada artikel kali ini gue akan coba menambahkan jumlah router menjadi empat buah (Router ISP, JKT, SBY dan YYK). Topologinya seperti gambar di bawah ini.

ScreenShot309

Kita akan coba menghubungkan semua loopback di setiap router dengan menggunakan statik routing.

Caranya adalah sbb;

*Router ISP dan JKT sebelumnya sudah dikonfigurasi.

Pada router SBY dan YYK lakukan hal yang sama, yaitu berikan IP address pada setiap interface dan lakukan PING untuk tes koneksi ke semua router.

Berikut contoh hasil PING tersebut.

ScreenShot310

Keterangan:

Lo: loopback

Eth: ethernet

ng: not good (fail)

Nah, kemudian kita atur statik routing dari masing-masing router.

Pertama kita akan atur statik routing dari router YYK. Masukkan semua Network address (NA)/jaringan yang tidak terhubung secara langsung ke routing table. Berapa jumlah NA pada topologi yang harus kita buat? jawabannya ada lima.

ScreenShot313

Masukkan semua ke dalam routing table.

ScreenShot312

Coba lakukan PING dari lo0 router YYK ke 3.3.3.3, 192.168.20.0, 1.1.1.1, 192.168.10.0 dan 2.2.2.2? pasti tidak akan bisa. Kenapa? Ada yang bisa menjelaskan?

Ya, benar. Jawabannya karena belum ada routing yang mengarah balik ke router YYK. Oleh karena itu kita harus define statik routing serupa pada setiap router.

Silahkan lakukan pengaturan statik routing pada setiap router sehingga nantinya semua loopback dapat berkomunikasi satu sama lain.

Berikut contoh show ip route pada setiap router.

YYK

ScreenShot314

SBY

ScreenShot315

ISP

ScreenShot316

JKT

ScreenShot317

Well, jika sudah benar melakukan konfigurasi maka setiap loopback bisa saling berkomunikasi.

YYK

ScreenShot318

SBY

ScreenShot321

ISP

ScreenShot322

JKT

ScreenShot323

It’s easy, right?

Tapi sebenarnya ada cara mudah untuk mengkonfigurasi router YYK dan JKT agar dapat berkomunikasi dengan semua NA. Caranya adalah menggunakan default route.

Dengan topologi yang kita buat memang fungsi default route masih belum berasa. Namun, coba Anda bayangkan apabila topologi sudah menjadi rumit dan kita masih harus menggunakan statik routing tentunya akan membuat jari kita makin keriting dan menghapal seluruh NA untuk dimasukkan ke routing table.

Lalu, bagaimana cara menggunakan default route? Mudah saja hanya mengetikkan perintah ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 next_hop_ip_address/exit_interface. Nilai 0.0.0.0 0.0.0.0 artinya default route-> semua paket diarahkan ke router tetangga tanpa perlu mendefinisikan semua NA yang mau dituju.

Mari kita coba fungsi default route tersebut.

Pertama, kita harus hapus semua konfigurasi statik routing pada router YYK. Caranya dengan menambahkan perintah no pada command.

YYK

ScreenShot324

Lakukan hal yang sama pada router JKT.

Cek konektifitas ke semua loopback interface. Pastikan koneksi tidak tersambung. Kemudian kita coba ketik perintah ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 192.168.30.1 pada router YYK dan ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 192.168.10.1 pada router JKT.

Lakukan PING ke semua loopback interface. Apa yang terjadi? lagi-lagi gue katakan voila! PING berhasil, kan!?

See you on the next tuts..

2 pemikiran pada “Belajar Routing Statik Router Cisco #2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s