My Vixi Ganti Ban

Information, Personal, Tips & Trick

Postingan terlambat ini sebenaranya dibuat sekitar 2 bulan lalu namun tidak sempat di posting akibat dari jadwal kerja gue yang padat dan berantakan.

Dua tahun genap sudah menunggangi ‘kuda merah’ yang bermesin injeksi 150cc. Selama itu pula ban luar yang berbalut di pelek palang gue masih ban standar bawaan pabrik YAMAHA, yaitu IRC. FYI ban IRC bawaan pabrik Vixion keluaran tahun 2008 masih menggunakan tipe bintang (baca: pola bintang), sedangkan yang keluaran sekarang (2010) sudah menggunakan merk Dunlop. Ukuran standar ban untuk vixi gue sbb;

  • Depan 2.75” – 17
  • Belakang 90/90 – 17

Rencananya ban yang sudah berumur tersebut akan gue substitusikan dengan ban baru. Berhubung gue gak begitu suka sama ban2 lebar maka gue akan ganti dengan ukuran;

  • Depan 90/80 – 17
  • Belakang 100/80 – 17

Menurut gue ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika mengganti ban standar Anda, diantara lain:

  1. Merek dan tipe
  2. Ukuran ban & pelek
  3. Perbandingan rasio gir

Oke, poin pertama adalah masalah merek & tipe. Kualitas ban ditentukan dari merek. Ingat! merek bagus pasti berbanding lurus dengan kualitas dan harga. Kalaupun ada merek bagus tapi harga miring, hanya ada dua kemungkinan, pertama emang lagi promo / cuci gudang. Selain itu pasti barang tersebut dikategorikan barang spanyol (baca: sparo nyolong).

Kalo kata iklan, “Harga gak pernah bo’ong!”

Berbagai merek dan tipe ban banyak tersedia pada market. Dari produk made in luar hingga made in lokal, dari merek Battlax hingga merek sendal jepit. Lalu manakah yang bagus? Ya, kalo mau yang bagus gue saranin beli aja Battlax. Dijamin motor enak buat rebahan di tikungan apalagi buat touring. Tapi kantong dijamin rebahan juga deh. Hehe. Saran gue (kali ini serius mode: on) buat memilih ban yang baik itu adalah tergantung dari tebelnya dompet dan penggunaan nantinya. Apakah kita beli ban hanya untuk penggunaan sehari-hari, berangkat kerja terus pulang kerumah doang atau mau dipakai buat balapan atau bahkan buat touring alias jalan2 jauh. Jadi ya ga perlu beli ban yang bagus2 amat kalo cuma buat mondar-mandir rumah-kantor doang. Sayang duitnya.

Bridgestone (Battlax), Dunlop, IRC, Federal (FDR), Mizzle, Corsa, dan Swallow adalah beberapa produsen ban yang banyak dijumpai di tanah air. Dominasi kelas touring dan balap motor kompetisi lokal masih dikuasai oleh Bridgestone seri Battlax untuk produksi luar dan FDR untuk produksi dalam negeri. Sedangkan untuk segmentasi kelas harian pengguna sepeda motor masih cenderung memilih ban berdasarkan harga yang relatif terjangkau, yakni merek Swallow.  

Pasar penjualan ban baik ban mobil maupun ban motor memang banyak menawarkan produk sekelas ban lokal, tapi jangan remehkan kualitas ban lokal kita tidak kalah loh dengan ban made in luar. Asalkan jeli memilih, ban lokal bisa dijadikan alternatif pembelian ban yang bagus buat kita yang kembang kempis kantongnya. Salah satu produk lokal yang bisa dilirik ialah produk Corsa (Achilles), Komet, dan FDR. Produk terakhir yang gue sebutin barusan memang tergolong masih mahal dari sisi harga, namun memiliki performa yang hampir sama dengan Battlax loh. Pabrikan ban yang mensponsori berbagai event kompetisi balap motor nasional ini memiliki variasi ban tipe harian, balap dan turing. Kalau anda memiliki koneksi internet bisa mengunjungi situs resminya untuk melihat produk-produk keluaran dari FDR. Disana anda juga dapat melihat FDR Tirelogy, yaitu pengetahuan umum tentang simbol pada ban, RIM pelek dan penggunaan ban menurut aturan yang aman. Nah, kebetulan ban yang gue beli merupakan produk FDR seri XT dan buat belakang seri XR (dua-duanya ban buat balap tapi gue pakai harian) -> belagu, kebanyakan duit kali ya.

Kemudian point kedua adalah masalah ukuran ban dan pelek. Sadarkah anda ketika membeli ban tidak memperhatikan lebar pelek maksimum yang dapat digunakan untuk ban? yang penting asal masuk aja, bener kan? kalo iya mending sekarang pikir-pikir lagi deh daripada nanti ban malah ngga bisa bekerja secara optimal justru malah membahayakan pengguna kendaraannya sendiri. Sebenarnya masalah penggunaan pelek dan ban sudah banyak dibahas di beberapa forum komunitas kendaraan bermotor. Kitanya saja yang kurang mengerti dan tidak mau tahu. Nih gue kasih tabelnya;

Chart

Gimana? ngerti kan cara membaca tabel diatas? oya sebelumnya anda sudah mengerti cara menghitung lebar dan tinggi ban belum? Kalo belum akan gue jelaskan sekarang. Dalam perhitungan ukuran ban ada 2 tipe ukuran, yang pertama adalah ukuran normal (rasio lebar & tinggi ban 1:1) misalkan diketahui ukuran ban tersebut adalah 2,75” itu artinya lebar dan tinggi ban tersebut adalah 2,75” => 69,85mm. Ukuran yang kedua adalah ukuran metric (rasio tinggi dan lebar ban adalah custom) misalkan ukuran ban adalah 90/80 maka lebar ban adalah 90mm dan tinggi ban adalah 80%x 90mm (lebar ban) = 72mm.

Nah sekarang lihat deh ukuran lebar pelek motor anda. Kalo ngga tau ukurannya coba tanya sama forum atau komunitas atau seengganya orang yang ngerti motor deh -_-. Kalau sudah tau langsung lihat tabel diatas dan dari situ anda dapat menentukan berapa lebar maksimum ban yang dapat digunakan pada pelek. Kalo mau beli ban lebar tapi peleknya masih standar mending kelaut aja dah. Yang ada malah bibir ban kejepit tuh pelek terus kembangnya berantakan deh. Pemakaian ban jadi kurang optimal dan keusan ban ngga terjadi secara merata. Boleh aja pake ban lebar lebar asal ukurannya ngga jauh dari yang direkomendasikan pada tabel diatas. Yahh lebih-lebih dikit bolehlah asal jangan kelewatan aja lebihnya.

Point terakhir adalah perbandingan rasio gir (sproket). Ketika anda melakukan perubahan pada kaki-kaki motor, khususnya pelek dan ban, maka secara tidak langsung anda diwajibkan untuk mengganti rasio gir supaya si motor ngga kewalahan dengan beban ban dan pelek yang baru dan torsi motor tidak terbuang sia-sia. Cara menghitungnya sederhana saja, yaitu dengan formula yang nemu dari majalah R2 ;

D1 / F1 = D2 / F2
Dimana;
D1= Diameter total ban dan velg standart
F1= Rasio final gir standar
D2= Diameter total ban dan velg ubahan
F2= Rasio final gir ubahan

Sebuah motor megapro, standarnya mempunyai ukuran pelek 18 inch dan ban 3,00-18 dengan final gir belakang 46 mata dan gir depan 14 mata. Kemudian pelek dan ban yang akan dipasang adalah pelek 17 inch dengan ukuran ban 90/80-17.

Dari soal cerita diatas bisa diketahui
F1
=46/14
=3,2857
D1
=(18×25,4)+(3,00×25,4)
=457,2 + 76,2
=533,4 mm
D2
=(17×25,4)+(80% x 90)
=431,8 + 72
=503,8 mm

F2
=(F1 x D2) / D1
=(3,2857 x 503,8,):533,4
=3,103

Setelah ketemu perbandingan sproket = 3,103 anda dapat menetukan besar gir belakang.

Caranya F2 x jumlah mata gir depan
Jadi:
3,103 x 14 = 43,442 ; dibulatkan menjadi 43

Dan Megapro tersebut idealnya harus ganti gir belakang ukuran 43 mata.

Semoga bermanfaat!.

Materi referensi: Pengalaman dan disini

4 pemikiran pada “My Vixi Ganti Ban

  1. kok ubahanya malah jadi 43 gan? lbh kecil gmn tuh?
    itungin yang buat vixi donk gan hehe ane ga mudeng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s