My New Rig

Did you know?, Information, Personal

Umm. Balik lagi nulis disini deh. Setelah sekian lama bekerja demi memperbaiki kehidupan ekonomi gue, akhirnya kesampaian juga beli beberapa perangkat komputer buat maen gem. Sempet vakum selama kurang lebih 2 jam tahun ngga maen gem membuat hidup gue berasa benar2 hampa! (lebay mode: on).

Intermezzo.

Well, dulu sempet punya rig yang bener2 yahud di jamannya (sekitar tahun 2005 SM) dengan spek sbb;

  1. Proc Athlon64 3000+
  2. Mobo PCpartner
  3. VGA HIS X1300 -> RMA X1550 (genep setahun rusak langsung diganti baru sm distronya)
  4. PowerLogic Case + PSU built in
  5. WDC SATA2 120GB
  6. Corsair 256MB x2
  7. Altec Lansing Speaker ATP3
  8. Advance CRT 17”
  9. Simbadda Keyboard + Mouse
  10. DVD-combo Samsung

Gimana? lumayan bagus kan? spek diatas dirancang oleh temen gue (karna gue masih gaptek soal ngerakit2 komputer) dan gue tebus dengan duid 50rb dikali 160 biji a.k.a 8jutaan. Gem macem GTA Vice City & San Andreas, Need for Speed UG, SimCity, Drive bahkan Fear masih sanggup jalan dengan smooth.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun.

Tepat 3 tahun sesudahnya gue memutuskan untuk upgret RAM dan HDD. Kapasitas storage gue sudah ga sanggup lagi menampung data2 yang kebanyakan isinya film2 ga bener dan gem2 kelas berat. RAM 512MB-pun sudah terseok-seok dengan kebutuhan gem2 saat itu.

Meluncur lah gue ke TKP -> manggga 2 (baca: mangga dua, bukan mangga-mangga) buat beli HDD. Berhubung masih belum punya referensi bagus tentang HDD, jadi gue coba beli yang banyak orang beli aja deh, yaitu merek Seagate 250GB. Sesampainya dirumah dengan perasaan senang gue coba gabung HDD lama & yang baru, hasilnya GA KEDETEK!. Usut punya usut ternyata Mobo yang gue pake belon support plug ‘n play Sata, jadi kalau mau pake HDD sata lebih dari satu maka harus injeksi controller-nya (RAID) terlebih dahulu ditiap2 HDD. Oh damn. Nasib serupa juga gue alamin ketika beli RAM. Jauh2 dateng ke pondok cabe pas dipasang malah nge-hang nih komputer. Oh damn lagi.

Well, akhirnya semua perangkat komputer gue jual secara terpisah (biar untung lebih banyak), kecuali si kesing.

Off to the topic.

Sekarang, setelah turun gunung mengemban ilmu IT dari kasepuhan kanjeng roy sukro selama bertahun-tahun, gue mau coba ngerakit komputer sendiri. Namun, tentunya mencari sumber referensi tetap mengandalkan paman gugel & kawan2. Ada beberapa pertimbangan awal yang harus gue perhatikan, salah satunya adalah masalah listrik. Ga mau dong lagi enak2 nya maen gem tiba2 listrik ngejepret alias anjlok. Nah disini perhitungannya ; (gue asumsikan kondisi dimana ketika gue maen gem) 

Lampu: 3 x 8W = 24W

Lampu: 2 x 14W = 28W

Kulkas: 1 x 75W = 75W

Magic Jar: 1 x 60 W (warm) = 60W

TV: 1 x 75W = 75W

AC: 1 x 520W = 520W

Total Max daya terpakai -> 782W

Daya VA rumah gue 1300VA, berarti sisa daya = 1300W – 782W = 518W

Oleh karena itu kebutuhan listrik untuk komputer gue alokasikan <550 watt yang disedot dari tembok PLN. Itu artinya dengan kemampuan power supply (PSU) with 80+ efficiency, maka PSU maksimal yang dianjurkan adalah sbb;

550W * 80/100% (efficiency) = 440W -> 450W (ga ada PSU yang 440W)

Kemudian pertimbangan selanjutnya adalah masalah kebutuhan dan bujet (dana). Rencananya my new rig gue khususkan untuk kelas mainstream hingga high end gaming. So otomatis peripheral yang dibutuhkan pastinya harus bener2 high end juga (artinya nyedot duit). Eeh tapi tetep memperhatikan sumber dana juga sih, hehe.

Plan

Plan 2

Perangkat pertama yang gue butuhkan adalah prosesor. Ada dua vendor raksasa dalam perakitan prosesor, AMD dan Intel. Lalu manakah yang lebih baik? pada dasarnya kedua pilihan tersebut sama baiknya. Tinggal anda yang menentukan lebih sreg pake yang mana. Tapi jika boleh memberi saran maka gue prefer intel jika gue punya bajet lebih. Kalo pas2an, ya mending AMD lah. Nah, berhubung bajet gue mepet tapi pengen yang bagus jadi pilihan gue jatuh pada prosesor Athlon II X4 640. Kenapa gue milih Athlon X4 dibanding Phenom X3? meskipun dilihat dari sisi harga memang beti tapi kemampuan untuk menghandle multitasking jelas lebih unggul X4.

Tips: Usahakan pemilihan kemampuan prosesor sebanding dengan kemampuan VGA untuk menghindari efek bottleneck sehingga kemampuan keduanya tidak bisa keluar dengan maksimal

Kemudian loncat ke Mobo alias motherboard. Pilihanpun makin banyak, dari merek ASUS, GIGABYTE, ASrock, DFI dll. Lalu manakah yang bagus untuk dipilih? lagi2 gue mempertimbangkan beberapa faktor diantara lain adalah;

  • Konektifitas -> Harus ada port IDE, port PS/2 (konvensional tp amat berguna). SATA3 & USB3 ga perlu karena masih dalam tahap pengembangan.
  • Fitur -> instanboot (load program tanpa OS) & Menu Overclock yang bagus
  • Durability (with solid capasitor) & Garansi
  • Murah tapi ga murahan

Dari syarat diatas tersebutlah 2 merek mobo, yaitu Biostar & Asrock. Seri yang gue ambil adalah seri 880GM-LE untuk ASrock & TA785G3+ untuk Biostar. Namun, berhubung ketika beli yang ada hanya Asrock ya mau ga mau gue ambil yang ASrock. Oh ya, perhatikan kebutuhan pin PSU untuk mobo. Sesuaikan dengan PSU.

Tips memilih mobo (berdasarkan pengalaman pribadi):

  • ASUS -> Kaya fitur, garansi lumayan, durabilty bagus, harga maknyus
  • GIGABYTE -> Fitur lumayan, durability ok, harga mahal, garansi lumayan
  • ECS ->Fitur biasa, garansi panjang, harga terjangkau tp kurang bagus durability-nya

Lanjut ke peripheral berikutnya, RAM. Singkatnya gue mau kapasitas memori 4GB dengan KIT (2x2GB) dibungkus heatspreader (pelepas panas). Sempat lihat katalog produk Corsair namun langsung pusing lihat harga2nya. Akhirnya hanya ada dua pilihan yang paling masuk ke kantong, yaitu Team Elite dan Patriot. Sayangnya Team Elite belum ada yang CL nya ketat. oleh karena itu gue ambil merek Patriot seri yang buat AMD gamer, yaitu PATRIOT PGS3 4G 1333 LLKA.

Tips: untuk platform AMD, gunakan CL yang ketat, misal 7–7–7 / 6–7–6. Sedangkan untuk Platform intel bisa gunakan CL 8–8–8 / 9–9–9. Jangan lupa prioritaskan Dual Channel aktif ketimbang Single channel untuk meningkatkan bandwidth memory.

Masalah pemilihan storage sebenarnya gue pilih berdasarkan pengalaman saja sih. Dari pertama punya HDD seagate terus rusak karena sering powerloss, cuma WDC yang bisa bertahan. Makanya sekarang pengen punya HDD WDC lagi deh. Pilihan awalnya sih WDC blue series, tp setelah baca review sana-sini ternyata seri yang paling cepat adalah Caviar black (namun boros daya). Ternyata lagi2 barang di distro ga ada jadi terpaksa ambil hitachi 1TB yang harganya jauh lebih murah dan ternyata setelah dibenchmark hasilnya kurang memuaskan.

Tips: Jangan gunakan HDD seri Green untuk primary partition (OS), namun gunakan hanya sebagai media penyimpanan saja. karena RPM nya bisa berubah-ubah dari 5400–7200 yang mana akan menambah waktu proses pencarian data.

Kartu grafik yang menjadi pilihan gue adalah XFX ATI HD4850. So, sebenarnya gue pengen beli seri 5000 (pengganti seri 4000) yang support directX 11, shader model 4 dan jauh lebih dingin. Tapii, lagii2, ga deh bukan karena barangnya ga ada tapi duitnya yang ga ada. Lagipula game2 sekarang masih jarang yang pake directx 11. Eh, untuk pasar VGA masih dikuasai oleh dua vendor besar yaitu ATI & Nvidia. Pilihan dapat disesuaikan dengan bajet dan selera anda lagi. Ada yang bilang kalau penggunaannya untuk game cenderung ke VGA ATI, sedangkan untuk penggunaan rendering video/grafis lebih bagus pake produk Nvidia. Tapi IMHO entah kenapa sedari dulu (tompi mode: off) gue selalu berprinsip kalo chipset mobonya ATI yaa VGA nya juga harus ATI, sedangkan kalo chipset mobonya Nvidia/Intel baru pake VGA Geforce/Nvidia.

Tips: Pilih VGA sesuai dengan kemampuan prosesor. Jangan sampai timpang karena akan ada efek bottleneck. VGA kelas High end membutuhkan daya 1×6 pin PCI express dengan minimal PSU pure 450Watt. Bahkan ada juga yang membutuhkan 2×6 / 2+6 pin PCI express. Jangan gunakan PSU bawaan casing!.

Selanjutnya gue akan bahas masalah PSU alias power supply unit. perangkat ini perannya sangat vital. Selain bertugas menyalurkan tenaga ke tiap-tiap hardware, PSU yang bagus juga menjamin kelangsungan hidup mereka. Analogi nya jika Anda dipaksa berolahraga terus tetapi tidak ditunjang suplai vitamin dan energi yang baik, apa jadinya tubuh Anda? Yap, lelah bahkan berujung kelumpuhan total! (lebay). Saran gue adalah pakai PSU yang benar2 pure dan bersertifikasi 80+. Tapii sebelum menentukan berapa watt PSU yang harus Anda beli, alangkah baiknya jika Anda menghitung terlebih dahulu berapa kira2 daya yang akan dibutuhkan oleh sistem anda. Anda bisa gunakan simulasi penghitung daya milik outervision yang bernama PSUcalc. Oh ya, jangan lupa perhatikan daya VA listrik di rumah Anda. Jangan sampai kebutuhan daya untuk komputer melebihi beban VA rumah (baca lagi paragraf  di awal postingan ini tentang listrik). Nah, karena gue udah menghitung daya maksimum yang gue perlukan untuk sistem (+-370 Watt), maka gue bisa tentukan PSU yang harus gue beli, yaitu range 430–450 Watt. Untuk urusan merek, pilihlah yang sudah benar2 teruji dan banyak reviewnya. Kalo gue sih percaya sama merek2 macem Corsair, Seasonic, Tagan, Cougar. Kalo mau nyoba PSU rasa indo tapi perform ga kalah sama luar punya pilih Muscle Power.

Tips: Ingat! hitung kebutuhan daya sistem sebelum membeli PSU. Rancanglah kebutuhan daya semaksimum mungkin agar menghindari kerusakan pada PSU. PSU yang bagus, memiliki komponen yang bagus pula, efisiensi yang bersertifikasi 80+, memiliki beban yang berat, dan tentunya Award & review yang baik.

Untuk optikal drive, gue lebih memilih dari pengalaman aja. Dulu pengguna samsung tapi kalo burn cd/dvd gagal terus. Setelah lama pake Asus, tiba2 ga bisa baca DVD. Sempet juga nyoba Liteon punya temen, konklusinya: lancar jaya selalu. Sekarang, setelah baca banyak info yang katanya Pioneer bagus, jadi nyoba Pionerr deh. Moga2 awet.

Oke sekian dulu review2 nya, semoga bermanfaat untuk kita. Oh ya review ini hanya bersifat subjektif loh yang artinya bersumber dari opini, pengalaman pribadi dan sedikit referensi luar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s